"Senja Kala" Komunikasi Politik
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menemui kesalahan berbahasa, baik tertulis maupun secara verbal. Namun seringkali kita mewajarkan hal tersebut dengan dalih “yang penting orang lain mengerti / yang penting pesannya tersampaikan.” Kesalahan bahasa sejatinya menunjukkan kesalahan logika penuturnya. Kesalahan logika berpikir akan menghasilkan produksi ujaran yang tidak koheren.
“Senja Kala” Komunikasi Politik karya Syarifuddin mengupas berbagai fenomena (a) sosial (contoh: Ode Tahun Baru di Lampu Merah), budaya (contoh: Cirebon Ngobeng Yuh (Sebuah Filsafat Kearifan untuk Kemajuan), (b) hukum seperti kritiknya terhadap “Tentang Kepastian Hukum di Jalan Raya” atau Rusaknya Jalan-Jalan di Kabupaten Cirebon (Untunglah Saya sih Paham, Pak Bupati), dan (c) politik (misalnya: Sudahlah, Cukup Shinzo Abe yang Terakhir). Kajian (d) sastra juga tidak luput dari perhatian Syarif (Ketika Saya ‘Bersentuhan’ dengan LGBT). Selain itu, fenomena lainnya juga berhasil dibahas dengan menggunakan sudut pandang interdisiplin yang menggabungkan analsis dari beragam disiplin ilmu.
Buku ini mengupas tuntas kesalahan bahasa yang sering dianggap ‘biasa saja’ oleh masyarakat. Cara Syarif mereviu literatur juga terasa ringan dan tidak membebani otak pembaca. Gaya berceritanya seolah-olah memang sedang berdialog dengan dirinya sendiri, sehingga pembaca tidak sedang “digurui.” Syarif berhasil menunjukkan bahwa penggunaan bahasa tidak hanya memperhatikan benar atau salah saja. Lebih jauh, pemaparan tentang mengapa dan bagaimana seharusnya beserta alternatif beragam kemungkinan juga menjadi bagian penting dari praktik pengamatan fenomena berbahasa yang ada di masyarakat sebagai laboratorium besar penggunaan bahasa.
Membahas berbagai fenomena sosial, budaya, hukum, politik, dan sastra
Layak dijadikan rujukan para peneliti bahasa, pemerhati fenomena kebahasaan, dan mahasiswa.
Berbagai tulisan yang pernah dimuat media serta reviu literatur dengan cara santuy
Syarifuddin
Syarifuddin adalah seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Daerah Kota Cirebon dengan jabatan Analis Humas pada Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Sekretariat Daerah Kota Cirebon. Alumnus Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris, UPI Bandung, ini memang memiliki minat pada kajian linguistik. Oleh sebab itu, ia memang menaruh perhatian lebih pada berbagai hal mengenai kebahasaan.
Sebelum menjadi seorang PNS, ia adalah seorang pengajar bahasa Inggris pada beberapa lembaga pendidikan bahasa dan konsultan bahasa bagi beberapa perusahaan. Takdir membawanya pada profesi baru sebagai seorang PNS pada tahun 2020 dan membuatnya harus mulai menekuni dunia baru pada bidang komunikasi dan kehumasan.
Esai-esainya sering dimuat pada kolom wacana Radar Cirebon dan kolom opini Fajar Cirebon. Menariknya, topik yang ia bahas membentang lebar, mulai dari bahasa, komunikasi, politik, dan budaya. “Apa yang sedang saya pelajari biasanya itu yang saya tulis,” begitu katanya.