Aurat Politik (Kumpulan Esai)
Kondisi: Produk Baru
Kode: FM.ESA.261
Penulis: Syarifuddin
Tebal: 254 hlm.
Ukuran: 14×20 cm
Kertas: Bookpapper
Sampul: Softcover
Cetakan 1, Februari 2026
ISBN: 978-623-88820-9-0
Bagaimana kebohongan diproduksi dalam komunikasi publik? Mengapa kata-kata dapat menjadi alat kekuasaan yang menyamarkan kebenaran? Buku Aurat Politik mengajak pembaca menelusuri fenomena polusi bahasa dalam mimbar retorika, dari kebohongan yang dibungkus etika hingga viralitas yang membungkam kepakaran. Melalui esai-esai reflektif seperti “Seberapa Sering Kebohongan Terucap?” dan “Pudarnya Kepakaran dalam Bisingnya Viralitas”, buku ini mengajak kita membaca ulang realitas politik dan sosial dengan lebih jernih.
Dalam mozaik esai tentang kekuasaan dan birokrasi, pembaca diajak melihat sisi lain dari dunia pemerintahan yang sering tidak tersorot. Dari “Paradoks Mesin Birokrasi” hingga “Ilusi Meritokrasi dan Bayangan Kakistokrasi”, penulis mengurai bagaimana kekuasaan bekerja, bagaimana citra politik dibangun, dan bagaimana nilai-nilai ideal sering kali berbenturan dengan praktik nyata. Buku ini bukan sekadar kritik, melainkan refleksi mendalam tentang etika kepemimpinan dan masa depan tata kelola negara.
Dalam buku ini juga menghadirkan renungan tentang tokoh-tokoh pemikiran dan nilai-nilai moral dalam kehidupan publik. Melalui esai seperti “Belajar pada Emha Ainun Nadjib”, “Mencari Jalan Pulang Pemimpin (Belajar pada Bung Hatta)”, hingga refleksi atas ajaran Ki Hadjar Dewantara, pembaca diajak memahami bahwa politik tidak hanya soal kekuasaan, tetapi juga tentang integritas, kesadaran, dan kemanusiaan.
Lebih dari sekadar kumpulan esai, buku ini adalah catatan kegelisahan intelektual tentang bahasa, kekuasaan, dan moralitas di era informasi. Dengan gaya reflektif namun tajam, penulis mengajak kita melakukan “detoksifikasi cara berpikir”, agar tidak mudah terjebak dalam kabut retorika, hoaks, dan manipulasi makna yang kerap mewarnai ruang publik hari ini. Buku ini menjadi teman dialog bagi siapa saja yang merindukan politik dan komunikasi publik yang lebih jujur dan bermartabat.
Membuka cara pandang baru tentang bahasa, kekuasaan, dan komunikasi politik di era digital.
Menyajikan esai reflektif yang tajam tetapi mudah dipahami, relevan dengan kondisi sosial-politik saat ini.
Cocok bagi pembaca yang ingin berpikir kritis, memahami politik secara etis, dan menjaga kejernihan nalar.
Syarifuddin
Syarifuddin adalah seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Daerah Kota Cirebon dengan jabatan Analis Humas pada Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Sekretariat Daerah Kota Cirebon. Alumnus Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris, UPI Bandung, ini memang memiliki minat pada kajian linguistik. Oleh sebab itu, ia memang menaruh perhatian lebih pada berbagai hal mengenai kebahasaan.
Sebelum menjadi seorang PNS, ia adalah seorang pengajar bahasa Inggris pada beberapa lembaga pendidikan bahasa dan konsultan bahasa bagi beberapa perusahaan. Takdir membawanya pada profesi baru sebagai seorang PNS pada tahun 2020 dan membuatnya harus mulai menekuni dunia baru pada bidang komunikasi dan kehumasan.
Esai-esainya sering dimuat pada kolom wacana Radar Cirebon dan kolom opini Fajar Cirebon. Menariknya, topik yang ia bahas membentang lebar, mulai dari bahasa, komunikasi, politik, dan budaya. “Apa yang sedang saya pelajari biasanya itu yang saya tulis,” begitu katanya.