Aurat Politik (Kumpulan Esai)

Kondisi: Produk Baru
Kode: FM.ESA.261
Penulis: Syarifuddin

Tebal: 254 hlm.
Ukuran: 14×20 cm
Kertas: Bookpapper 
Sampul: Softcover
Cetakan 1, Februari 2026
ISBN: 978-623-88820-9-0

Untuk Pemesanan klik

PESAN SEKARANG VIA WHATSAPP

 

Harga Normal: Rp 120.000

Harga Prapesan 17 Mei – 5 Juni 2026:  Rp 105.000
Beli 2: Rp 200.000

Bagaimana kebohongan diproduksi dalam komunikasi publik? Mengapa kata-kata dapat menjadi alat kekuasaan yang menyamarkan kebenaran? Buku Aurat Politik mengajak pembaca menelusuri fenomena polusi bahasa dalam mimbar retorika, dari kebohongan yang dibungkus etika hingga viralitas yang membungkam kepakaran. Melalui esai-esai reflektif seperti “Seberapa Sering Kebohongan Terucap?” dan “Pudarnya Kepakaran dalam Bisingnya Viralitas”, buku ini mengajak kita membaca ulang realitas politik dan sosial dengan lebih jernih.

Dalam mozaik esai tentang kekuasaan dan birokrasi, pembaca diajak melihat sisi lain dari dunia pemerintahan yang sering tidak tersorot. Dari “Paradoks Mesin Birokrasi” hingga “Ilusi Meritokrasi dan Bayangan Kakistokrasi”, penulis mengurai bagaimana kekuasaan bekerja, bagaimana citra politik dibangun, dan bagaimana nilai-nilai ideal sering kali berbenturan dengan praktik nyata. Buku ini bukan sekadar kritik, melainkan refleksi mendalam tentang etika kepemimpinan dan masa depan tata kelola negara.

 

 

Dalam buku ini juga menghadirkan renungan tentang tokoh-tokoh pemikiran dan nilai-nilai moral dalam kehidupan publik. Melalui esai seperti “Belajar pada Emha Ainun Nadjib”, “Mencari Jalan Pulang Pemimpin (Belajar pada Bung Hatta)”, hingga refleksi atas ajaran Ki Hadjar Dewantara, pembaca diajak memahami bahwa politik tidak hanya soal kekuasaan, tetapi juga tentang integritas, kesadaran, dan kemanusiaan.

Lebih dari sekadar kumpulan esai, buku ini adalah catatan kegelisahan intelektual tentang bahasa, kekuasaan, dan moralitas di era informasi. Dengan gaya reflektif namun tajam, penulis mengajak kita melakukan “detoksifikasi cara berpikir”, agar tidak mudah terjebak dalam kabut retorika, hoaks, dan manipulasi makna yang kerap mewarnai ruang publik hari ini. Buku ini menjadi teman dialog bagi siapa saja yang merindukan politik dan komunikasi publik yang lebih jujur dan bermartabat.

 

Membuka cara pandang baru tentang bahasa, kekuasaan, dan komunikasi politik di era digital.

Menyajikan esai reflektif yang tajam tetapi mudah dipahami, relevan dengan kondisi sosial-politik saat ini.

Cocok bagi pembaca yang ingin berpikir kritis, memahami politik secara etis, dan menjaga kejernihan nalar.

Syarifuddin