Sang Embun
Menulis puisi sangat penting dikuasai para remaja untuk mempertajam perasaan, penalaran, imajinasi serta kepekaan terhadap masyarakat dan lingkungan. Ide menulis puisi berasal dari pemikiran, pengalaman, pengamatan, dan imajinasi para siswa. Tema puisi bisa berasal dari fenomena alam, lingkungan sekitar, bahkan kehidupan kita sendiri.
Antologi puisi berjudul Sang Embun ini terdiri atas tiga bagian. Bagian pertama dengan judul Arundaya, bagian kedua Mihika, dan bagian ketiga Varsha. Buku ini berisi puisi-puisi para siswa SMP dengan tema yang sangat dekat dengan kehidupannya, seperti fenomena alam, sekolah, keluarga, dan persahabatan. Oleh karena itu, buku ini penting dibaca oleh siapa saja. Orang tua, guru dan para siswa di setiap sekolah perlu membaca buku ini untuk memahami puisi sebagai ungkapan perasaan dan kepekaan terhadap lingkungan sekitar
Tidak hanya itu, dengan membaca buku ini, orang tua dan guru dapat memahami tumbuh kembang serta minat para remaja kekinian. Demikian pula para remaja atau siswa di sekolah dapat mengambil pelajaran dari buku ini bahwa menulis puisi itu mudah.
Kehadiran buku ini diharapkan dapat menjadi contoh untuk para siswa dan guru dalam pembelajaran menulis puisi. Dengan demikian, para guru diharapkan mampu mengembangkan potensi dan minat yang dimiliki oleh setiap siswa untuk berkarya.
Tema-tema puisi yang dekat dengan
kehidupan remaja
Bahasa yang mudah dipahami namun penuh ungkapan perasaan
Sebagai model pembelajaran menulis puisi
di sekolah
Tim Penulis
Nama saya Aden Dhiya Purrizal. Saya lahir di Tangerang tanggal 22 November 2008. Hobi saya bermain bola. Saya mengangkat judul puisi yang berjudul AYAHKU alasannya karena saya sangat terinspirasi dari seorang ayah.
Annisa Angelia Panuntun, lahir di Tangerang, 1 Desember 2009. Hobi berenang. Judul puisi “Pesona Hutanku” alasannya karena di dalam puisi tersebut saya banyak membahas tentang isi hutan yang sangat indah.
Andini Aprilia Kartini, lahir di Tangerang, 21 April 2009. Hobi mendengarkan musik. Judul puisi “Dari Bentangan Langit” alasannya karena saya ingin menunjukan bahwa cobaan Tuhan selalu ada untuk dunia dan perlahan lahan, cobaan yang tidak pernah bersuara di depan manusia.
Annisa Nyfia W. lahir di Jakarta, 1 Oktober 2009. Hobi menulis lagu. Judul puisi “Beranjak Dewasa” alasannya karena saya ingin mempertunjukkan proses pendewasaan anak muda yang mengalami masa-masa sulit dalam kehidupan nya lewat sebuah puisi.
Nama saya Bintang Ghaisani Zaida Fayza saya lahir di Klaten tanggal 9 Februari 2009. Hobi saya membaca buku dan traveling, sehari hari saya suka sekali membaca berbagai macam buku. Saya membuat puisi yang berjudul “SAHABAT SEJATI” alasan saya membuat puisi tentang itu karna sahabat adalah salah satu tempat berbagi dalam suka maupun duka selain orang tua dan persahabatan itu sangatlah berarti.
Nama saya Clara Azra Khairunisa. Saya lahir di Batam 02 Desember 2008. Hobi saya membaca dan menggambar. Saya membuat puisi berjudul “Keindahan Malam” karena saya terinspirasi dari keindahan-keindahan yang ada di malam hari.
Saya Fadli Hari Saputra yang lahir di Tanggerang pada 20 Oktober 2008. Memiliki hobi bermain game dan membaca komik secara online. Saya membuat puisi yang berjudul “BUMIKU” untuk mengingatkan kita bahwa dunia sudah tidaklah lama lagi.
Nama saya Faeyza Annaya Hermanu Zandra. Saya lahir di kota Tangerang tanggal 7 Oktober 2009. Hobi saya menari, menyanyi, memasak, dan berdandan. Judul puisi saya adalah “Dunia” alasannya karena saya ingin memberi tahu apa yang ada dan yang sedang terjadi di dunia ini.
Nama saya Ghazy Alkamil Ahmad. Saya lahir di Tangerang, 21 Maret 2009. Saya sangat suka menggambar dan bermain game. Saya membuat puisi berjudul Indonesia karena saya kagum akan keragaman pesona alam yang dimiliki Indonesia.
Nama lengkap: Haura Tsabitunnada Izzatul Jannah
TTL : Cilacap, 5 Januari 2009
Hobi : Mendengarkan lagu, menggambar, menari
Judul Puisi : Penyesalan
Alasan : Karena puisi ini menceritakan mengenai penyesalan seseorang yang sekarang tidak bisa melakukan apa apa lagi, jadi saya mengangkat judul penyesalan sebagai inti dari puisi tersebut.
Nama saya Ibrahim Yuca. Saya seorang siswa yang lahir di Jakarta pada 15 Januari 2009. Saya memiliki hobi menggambar. Saya menulis judul puisi “PESONA ALAM” alasannya karena saya banyak menggunakan kata “ALAM”.
Nama saya Kenzie Azmie Simana. Saya lahir pada tanggal 1 Maret 2009. Hobi saya adalah bermain game. Judul puisi yang saya buat adalah “Lautan”. Alasan saya membuat puisi tersebut karena saya suka lautan.
Hai, nama saya Krysanthe Raina Aristawidya. Saya lahir di Tanggerang 18 Maret 2009. Hobi saya main musik dan melukis. Judul puisi saya “Masa kecil”, alasan memberikan judul tersebut karena bagi saya masa kecil adalah masa yang indah dan tidak bisa di ulang.
Nama saya Muhammad Ainur Rifqy. Saya lahir di Tangerang, Desa Serdang Kulon. Hobi saya menggambar dan membaca buku. Alasan saya mengangkat judul puisi ini karena terinspirasi dari seri “Assassin Creed” dan film “Who am I” yang memang isinya banyak tragedi (bukan menurut saya).
Nama saya Muhammad Rizky. Saya lahir di Tangerang, 17 Maret 2009. Hobi saya membaca dan berenang. Saya memilih judul puisi “Duniaku” karena saya sangat bersyukur bisa hidup di dunia yang dikelilingi oleh mahluk-mahluk baik.
Nama saya Nayfa Sabrina Kamilah. Ssaya lahir 31 Oktober 2009 Tangerang. Saya mempunyai hobi memasak. Saya membuat puisi yang berjudul “Malam Hujan” karena saya suka sekali dengan hujan. Hujan udaranya sangat adem sekali, ditambah malam tambah dingin sekali. Kalau malam enaknya menyendiri di kamar sambil bakar lilin aroma terapi, aroma terapi membuat hati tenang, terhindar dari stres. Selain itu, saya terinspirasi dari buku “Kamu ga Sendiri”. Kata-kata yang ada di dalam situ sangat menusuk ke dalam hati, membuat kita merasa kalau kita ternyata ga sendiri, kita masih ada orang di lingkungan kita, tapi kita merasa diabaikan oleh orang itu.
Nama saya Radityan Pandu Nararya. Saya lahir di Tangerang pada tanggal 26 Juni 2009. Hobi saya adalah bermain badminton. Judul puisi yang saya pilih adalah “KUASAMU”. Saya memilih judul ini karena saya kagum dengan kuasa Tuhan Yang Maha Esa.
Venza Insan Zaidan, lahir di Tangerang,04 september 2009. Sehari-hari saya suka membaca buku. Saya membuat puisi yang berjudul “Untuk kalian Wahai Pemuda”. Alasan saya mengangkat judul puisi tersebut adalah terinspirasi dari para pemuda yang diserbu oleh kalimat radikal sehingga mereka belum mau bangkit karena lingkungannya.
Nama saya Zaky Tito Abhirama. Saya lahir di Tangerang, 26 April 2009. Hobi Saya bermain basket, traveling, mendaki dan lainnya. Judul puisi yang saya buat berjudul “Pohon”. Alasan saya mengangkat judul puisi tersebut adalah sebagai bentuk cinta dan kepedulian saya terhadap alam terutama pohon.
Nama Raffi Kurniawan, lahir pada 2 April 2009 Tangerang. Hobi berenang. Saya membuat puisi berjudul “Roda Kehidupan” karena terinspirasi dari arti kehidupan.
Anas Mugni, lahir di Tangerang, 6 Juli 2009. Hobi main bola. Judul puisi “Tentang Dirinya” alasannya sedang kangen dengan dirinya.
Kevin Pandya Budhi Dharma. Dipanggil Kevin, lahir pada tanggal 23 Juni 2009. Hobinya Main Game (kalau dirumah), menggambar, dan membaca (kalau disekolah). Membuat Puisi berjudul “Sahabat” karena terinspirasi dari kelakuan teman temannya dan teman SD-nya yang masih teringat hingga saat ini.
Lathiif Hibatullah ‘Auf, lahir di Tangerang,12 Juni 2009. Hobi futsal dan bermain game. Judul puisi “Guruku” karena guru adalah orang tua di sekola dan membimbing kita sampai sekarang.
M.Alif Alhafizh, lahir di Lampung 23 April 2009. Hobi bermain musik. Judul puisi “Keindahan Abadi”, saya terinsipirasi dari keindahan alam yang tidak akan hilang dan terlupakan.
Muhammad Akbar Purnomo adalah seorang siswa sekolah Al Fatih yang lahir di Jambi,21 November. Memiliki hobi mendengarkan musik suka dengan film bergenre komedi dan sangat menyukai film animasi atau bioskop animasi hasil penulis dan editor Jepang. Judul puisi “Busur dan Anak Panah” alasan saya mengangkat judul tersebut karena saat itu saya melihat sebuah busur dan saya sendiri cukup suka dengan memanah. Lalu saya terbayang bahwa busur ini memiliki sejarah peperangan yang banyak baik itu membunuh maupun melindungi.
Muhammad Raditya Lian Lubis, lahir di Semarang, 12 Agustus, 2009. Hobi berolahraga. Judul puisi “Keindahan Yang Tersimpan” alasannya karena judul tersebut menggambarkan hampir dari keseluruhan isi dari puisi tersebut.
Nada Putri Gitarini, lahir Tangerang, 29 Desember 2008. Hobi membaca buku, mendengarkan musik. Judul puisi “Penantian” karena puisi ini ditulis berdasarkan kisah saya dalam menunggu seseorang dan temanya sangat pas dengan keadaannya.
Namiera Abdiribiha Azis, lahir Tangerang, 14 Agustus 2009. Judul puisi “Laut Biru” berisi tentang kisah kenangan yang memiliki banyak cerita tetapi berakhir.
Nayaka Bama Alim, lahir di Tangerang, 28 Maret 2009. Hobi bermain badminton. Judul puisi “Ketidakpastian” karena lagi bingung harus maju atau mundur.
Nama saya Rizqia Meifona Gunawan. Lahir pada 13 Mei 2009. Hobi saya adalah bermain alat musik. Judul puisi saya adalah “Rumahku” karena puisi tersebut menceritakan tak selamanya rumah itu berbentuk rumah bisa jadi berbentuk orang atau yang lainnya.
Wibawa Wiranata lahir di Bekasi tanggal 17 Januari 2009. Hobi saya adalah bermain bulutangkis. Judul puisi saya adalah “Tentang Sahabatku”. Alasan saya menggunakan judul itu karena saya teringat sahabat yang dulu baik dan harus berpisah karena mengikuti tujuan yang berbeda.
Alvero Setyawan, lahir di Tanggerang pada 9 Oktober 2008. Hobi olahraga. Judul puisi “Sang Pencipta” alasannya sesuai dengan isi puisi.
Ananda Elfarino. Lahir di Tangerang 24 Juli 2008. Hobi membaca.
Ara Miskya Tabita, lahir di Pati, 1 Oktober 2008. Hobi memasak. Puisi “Sajak tentang Perempuan Hebat” alasannya karena ingin mengungkapkan sosok perempuan yang sangat penting di kehidupan kita.
Arjuna Rizky Ramadhan Noviandi. Lahir di Tangerang 26 Agustus 2009. Hobi main bola/main game. Judul puisi “Lembayung yang Berkilau” alasannya karena sesuai dan mencakup dengan isinya.
Ayudiah Kirana S. Lahir di Jakarta, 28 mei 2009. Hobi menulis dan menggambar fajar karena terinsipirasi dari keadaan di pagi hari.
Habib Hidayatullah, lahir di Payakumbuh 8 November 2008. Hobi gambar. Judul puisi “Pensil” alasannya karena pensil alat pertama dalam belajar.
Khansa Azaria Prudence, lahir di Tegal, 22 Desember 2009. Hobi membaca novel. Judul puisi “Koleksi Janji” karena judul tersebut sesuai dengan tema puisi yang ditulis.
Khansa Ratifa Salsabila, lahir di Karawang, 3 Februari 2009. Hobi menonton film. Judul puisi “Dibalik Cahaya” karena ingin mengungkapkan rasa bersyukur karena adanya cahaya yang selalu menerangi dunia.
Lucian Nicolas Albanna, Wonosobo, 23 Januari 2009. Hobi bermain catur dan buku. Saya membuat judul puisi dengan nama “Buku” untuk memahami fungsi buku.
Mazien Alfarie Nazamuddin, lahir di Jakarta, 20 Januari 2009. Hobi bersepeda. Judul puisi “Benteng” yang memiliki makna pelindung.
Meisha Callista, lahir di Tangerang, 31 januari 2010. Hobi melukis, baca buku, mendengarkan musik. Judul puisi “Gelapnya Gelagat Sirna” karena di dalamnya mempunyai banyak cerita dengan seribu rupa.
Muhammda Ihsan Jazilul Fawaid, alhir di Tangerang, 5 Maret 2009. Hobi bulu tangkis dan sepak bola. Judul puisi “Hujan” karena semua makhluk hidup memerlukan air seperti: hewan, tumbuhan, manusia. Air sumber kehidupan.
Najwa Salsabila Kusumameara, lahir di Jakarta, 29 September 2009. Hobi nonton drakor, bantuin mama di rumah, nyetel musik, main game, belajar. Judul puisi “Mega Baswara” alasannya karena ingin menjadikan kenang-kenangan yang indah.
Putra Akmal Ghaisan, lahir di Jakarta/07/03/2009. Hobi mengendarai motor. Puisi berjudul “Angkat Senjata” alasannya untuk menyebarkan kesadaran tentang kejamnya perang.
Putri Almaghvira, lahir di Tangerang, 28 November 2008. Hobi menari. Judul puisi “Jendela Harapan” alasannya karena puisinya bercerita tentang harapan yang pupus.
Rafqi Izzatul Himawan, lahir di Tangerang, 23 Oktober 2009. Hobi bermain game. Judul puisi “Pohon Kalbu” mendapatkan ide itu setelah melihat pohon.
Rayya Tria Aulia, lahir di Tangerang, 27 Januari 2009. Hobi bersepeda. Judul puisi “Baskara”.
Batrisyia Almuiz Lidzinillah, lahir di Citeras, 12 September. Hobi menyanyi. Judul puisi “Tempat tuk Meneduh” karena kata teduh itu sesuai dengan isi puisinya.